My Stories

PPL -> Anak Jalanan?

Hello reader(s)! It’s been a very long time since my last post yah.. Aku bahkan lupa, post terakhirku tentang apa.. Harap dimaklumi ya, sibuk soalnya (bilang aja males).

Apakabar semua? Hope all of you doing well ya ^^,

Jadi aku semester ini yang udah dimulai sekitar 2 minggu lalu (lebih cepet dari jadwal seharusnya) cuma ambil 1 matakuliah, yaitu PPL atau TP. Apa itu PPL atau TP? Mungkin kalau kalian anak kuliah jurusan pendidikan nggak asing ya sama istilah ini? Jadi PPL itu adalah Program Pengalaman Lapangan (#cmiiw). Cuma karena aku jurusan bahasa Inggris jadi lebih familiar dengan sebutan TP alias Teaching Practicum. Istilah lainnya mungkin magang kali ya.

Nah, singkat cerita, aku ini kebagian tempat di Semarang. FYI, buat kalian yang belum tau, aku ini asli orang Semarang yang kuliah di Salatiga. Nah, awalnya aku nggak kepikiran bahwa ada yang ditempatkan di luar kota (apalagi Semarang) karena sebelumnya juga nggak pernah ada. Jadi aku santai-santai aja. Ternyata oh ternyata aku kebagian di Semarang. Banyak banget temen-temen aku yang bilang “Kamu enak to Mel, kan di rumah!”. Sementara temen-temenku yang lain yang 1 site sama aku mereka harus bingung cari kos, dsb. Tapi nggak friends! Aku justru sedih banget! Karena aku udah sayang banget sama kos-kos an aku yang belum genap 1 tahun aku pindah kesana. Karena dari Agustus sampe Desember nanti nggak aku pake, karena aku di Semarang. Mau nggak mau aku harus keluar dari kos! Karena kalopun tempat kos nggak di tempati, kita harus tetep bayar full! Aku melepas kamar kosku itu sampe pake nangis segala! Belum temen-temen yang di Salatiga, yang setiap hari ketemu. Ini nggak bisa ketemu sampe taun depan! Hikss 😥

Nah, itulah sedikit background dari cerita awal TP ku. Kini sudah berjalan hampir 2 minggu! Sekolah tempat TP ku itu juauh luar biasa! Naik motor kurang lebih 30 menit. Aku yang belum mahir motor pun memaksakan diri untuk berani. Soalnya kasian ortu kalo suru antar jemput. Mereka juga sempet ragu-ragu merelakan aku untuk bawa motor sendiri. Tapi apa daya! wkwk… Jalurnya pun cukup ribet dan yang pasti kawasan super rame yang saingannya angkot-bis-truk yang terkenal nggak punya aturan. Dari 1 minggu kemarin aku mengalami banyak hal dan akhirnya menyadari banyak hal di jalanan.

Apa itu? Menurut aku pengguna jalan raya, semua! Termasuk pejalan kaki! Termasuk aku juga… MENGERIKAN! Apalagi kalo yang naik motor. Karena aku belum begitu ahli, aku lebih sering memilih untuk selamat daripada cepat! Jadi aku lebih memilih pelan-pelan asal sesuai jalur dan rambu-rambu. Banyak pengguna sepeda motor, mereka kalo nyelip nggak tanggung-tanggung. Bahkan mepet pun diselip! Itu yang bikin jantung deg-degan. Untuk mobil, aku rasa masih mending ya.. Karena mobil bodinya gede, nggak bisa main selip seenaknya, maka kadang mobil itu lebih tau diri.

streetscene

Rasa takut itu ada setiap hari waktu aku mau berangkat dan pulang ke dan dari sekolah. Aku sih cuma bisanya berdoa dan hati-hati. Tapi kadang, meskipun kita udah hati-hati, tapi ada aja orang yang seenaknya. Yang nyelip sana, nyelip sini. Sampeyan nggak punya lampu sein? Belum lagi kalo ada pengendara motor yang suka nyebrang jalan seenaknya. Udah tau sini lagi lumayan cepet, bisa-bisa nyebrang seenaknya. Terlebih buat anak-anak sekolah yang masih muda-muda! Terutama yang suka ugal-ugalan! Ga tertib rambu dan suka seenaknya sendiri ya…

Terus juga pejalan kaki. Khusunya atau biasanya aku liatnya di sekolah. Karena aku pulang dari kantor (read: sekolah) pas jam anak pulang sekolah juga. Jadi sering lah liat anak-anak nyebrang. Kejadian tadi, alis hari ini, ada sederet anak (3 lapis, masing-masing 2 orang) berdiri buat nyebrang. Dan pas aku jalan cukup lambat, mereka maju buat nyebrang. Aku pun berhenti! Tau apa yang terjadi, bukannya mereka cepet-cepet ya! Malah jalan santai banget… Emang situ pikir ini red carpet? Maksudnya gini ya, kan udah tau mereka tu nyebrang jalan raya, ditungguin banyak orang. Yo mbok ndang lo… Malah santai banget…

Aku nulis tulisan ini, bukan berarti aku udah sempurna yah… Aku masih belajar juga kok! Aku masih sering salah. Pernah mau nyalip meskipun udah sempit. Pernah ngebut gara-gara ‘ngejar’ lampu hijau yang tinggal beberapa detik. Pernah salah ambil jalur. Pernah nyebrang sembarangan. Pernah nyebrang hampir ketabrak mobil. Semua kita perlu dan akan terus belajar! Bukannya sok atau gimana. Setelah aku mengalami sendiri di jalan naik motor, itu mengerikan! Buat remaja-remaja atau anak-anak muda yang mungkin banyak yang nge-cap sering ugal-ugalan, please! Buat orang-orang yang baca ini! Tolong ya, kita harus saling menghargai. Kita harus saling hati-hati. Di mulai dari diri sendiri dulu. Aku sudah pernah kehilangan seorang anggota keluargaku di jalan! Rasanya itu nggak bisa digambarkan. Kalian juga kan punya keluarga! Bener stciker-sticker yang sering di tempel di bus, angkot, dsb yang ada kata-katanya “keluarga anda menanti di rumah!”

Utamakan keselamatan daripada kecepatan!

Semoga tulisan ini sedikit banyak bisa bermanfaat buat kalian… Cheers!

God Bless ^^,

Advertisements

2 thoughts on “PPL -> Anak Jalanan?”

Leave your comment here and please Be Polite!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s