Review

[REVIEW] The Bliss Bakery Trilogy #1 – Bliss

Halo readers!

HAPPY INDEPENDENCE DAY INDONESIA! Semoga kedepannya Negara kita tercinta ini semakin maju dalam segala bidang! MERDEKA! *ID*

Nah, sekarang ke topik pembicaraan kali ini. Seperti judulnya, kali ini aku mau review sebuah dari tiga buah buku berikut ini!

DSCF5196 copyss

Yup! The Bliss Bakery Trilogy

Aku memutuskan untuk mereview satu-satu setelah baca novelnya karena kalo dijadiin satu post jadi kecampur-campur. FYI, aku baru aja selesai baca buku pertamanya kemarin malem dan aku belum baca buku ke #2 nya. Jadi masih fresh dalam ingatanku.

Nah sebelum aku kasi revienya, aku mau cerita sedikit tetang buku ini. Awalnya aku tertarik sama buku ini udah cukup lama, mungkin 1 tahun ada kali. Waktu itu kalo nggak salah lagi jalan-jalan ke Gramedia sama Tirza. Tertarik sama buku ini karna covernya yang kece abis dan as you can see on the picture below

DSCF5208

pinggiran buku ini berwarna biru plus sedikit bling-bling. Berasa magical banget buku ini! Tapi waktu pertama pengen, aku nggak langsung beli. Beberapa kali pas main ke toko buku entah kenapa ada aja yang lain yang aku beli. Aku cuma menatap buku-buku ini #jiaahh. Sampai akhirnya dua hari lalu diajak sama Mamiku ke Mall. Aslinya nggak pengen beli buku ini juga karna udah ada inceran lain. Tapi berhubung buku yang aku cari seri nya nggak ada akhirnya ya aku ambil buku-buku ajaib ini! Nah itu tadi sekilas curhatanku. Wkwkwk Pasti udah pada bosen.. So

Let’s get started!

DSCF5207

Judul Buku : Bliss – The Bliss Bakery Trilogy #1

Penulis : Kathryn Littlewood

Penerjemah : Nadia Mirzha

Penyunting : Lulu Fitri Rahman

Penerbit : Mizan Fantasi

Tebal : 310 halaman, paperback

ISBN : 978-979-433-690-8

[[ SPOILER ALERT! ]]

Ada sebuah keluarga yang tinggal di Calamity Falls, Bliss. Keluarga Bliss ini terdiri dari Purdy Bliss dan Albert Bliss beserta keempat anak mereka yaitu Thyme (Ty), Rosemary (Rose), Sage dan Parsley (Leigh). Mereka memiliki sebuah toko roti kecil. Namun toko roti itu bukanlah sebuah toko roti biasa. Rose melihat ibunya mengaduk halilintar ke dalam semangkuk adonan. Selain itu ibunya juga pernah mengajak mereka untuk menangkap halilintar. Dan Rose yakin bahwa orangtuanya menggunakan sihir untuk membuat roti-roti yang tidak biasa.

Snickerdoodle Tiidur Pulas, Macaroon Putih Mengembang, Kue Jahe Menyanyi dan lainnya.

Petualangan anak-anak keluarga Bliss dimulai saat orangtua mereka memberikan pada mereka tanggung jawab untuk menjaga resep rahasia Bliss Cookery Booke. Purdy and Albert diminta untuk membuat kue bagi orang-orang yang terkena flu diluar kota selama 1 minggu. Mereka berpesan pada anak-anak agar tidak mengijinkan siapapun masuk dan tidak boleh ada sihir.

Rose sempat kecewa pada orangtuanya yang melarangnya untuk menggunakan sihir. Padahal itu adalah cita-cita Rose sejak dulu. Segalanya berubah semenjak kedatangan seorang wanita asing yang mengaku sebagai bibi mereka, Lily. Sikap Ty, kakak laki-lakinya dan Sage, adik laki-lakinya berubah semenjak kedatangan Lily. Awalnya mereka tak bersahabat baik. Namun, mereka bersepakat untuk bereksperimen dengan resep-resep di Bliss Cookery Booke. Dari situ mulai timbul kekacauan di Calamity Falls. Hingga pada suatu saat mereka tidak bias mengatasinya sendiri sehingga harus meminta bantuan seseorang. Tapi siapa? Bukankah orangtuanya melarang mereka memberitahukan tentang Bliss Cookery Booke pada siapapun?

Kalo menurutku buku ini cukup ‘ringan’ nggak seperti novel-novel yang biasanya tensenya lebih berasa. Kalo Bliss ini cocok banget buat bacaan santai. Awalnya sempet sebel juga sama tingkah laku anak-anak yang maksa Rose buat mencoba resep-resep dari buku rahasia itu. Tapi dari situ ada bau-bau persaudaraan yang mulai mencuat #jiaahh. Jadi awalnya tu keempat bersaudara ini nggak begitu deket. Apalagi Rose dan Ty. Karena Sage dan Parsley masih agak kecil jadi nggak begitu kerasa. Rose ini merasa nggak dianggep sama orangtua mereka. Buktinya Rose nggak pernah dikasi kesempatan buat mempraktekan resep-resep rahasia itu. Padahal dia beranggapan bahwa dirinyalah yang paling peduli pada toko roti itu. Ty nggak tertarik sama sekali sama toko roti itu. Rose juga yang selalu disuru untuk beli keperluan-keperluan roti. Selain itu juga Rose merasa tersisihkan banget. Soalnya nggak ada yang pernah memuji dia, dia merasa kalau dia itu nggak cantik. Nah inilah yang dipakai bibi Lily untuk menarik hati Rose. 😀

Nah sepertinya di buku ke 2 unsur persaudaraan antara Rose, Ty dan Sage bakal lebih kerasa

Sementara gitu aja review dari aku. Mohon maaf bila ada kesalahan (Pertama kali buat review buku).

Apa kalian udah baca juga buku ini? Atau berniat baca? Gimana nih pendapat kalian soal buku ini?

Sekian dari aku, Thank you

Have a nice day!

Advertisements

Leave your comment here and please Be Polite!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s